Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru
hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan
istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal,
betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang
telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu
sudah mustahil pada asalnya.
Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan
sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan,
air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu
bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!
Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah
yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala
kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang.
Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah
hari Anda.
Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya
hari ini, atau seakan-akan Anda dllahirkan hari ini dan akan mati hari ini
juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan
keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh
ketidakpastian dan acapkali menakutkan. Pada hari ini pula, sebaiknya Anda
mencurahkan seluruh perhatian,kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah,
Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan
al-Qur'an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan
dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah
berikan,
perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan
jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.
Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, "Hanya hari ini aku
berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok
yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan
kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan
kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan
hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku,
kebaikan tutur kata dan tindak tandukku."
(Dinukil dari kitab La Tahzan,
DR. ‘Aidh Al_Qarniy)
Mumtaaaz.......
BalasHapusTingkatkan lagi ya friend! Jangan menyerah, karena All Is Well....
siiip...
BalasHapusmohon bimbingannya...