Tugas
Mulia seorang Istri
Akhwatiy....
Setelah menunaikan amanah sebagai hamba Allah secara umum, ternyata
tak cukup sampai disitu saja. Masih banyak amanah lain menunggu untuk
diselesaikan lagi. Betapa besar jasa dan peran seorang wanita sebagai seorang
istri. Inilah dambaan seluruh wanita didunia ini tanpa terkecuali. tanpa
pandang bulu. Baik yang yang merasakan hidup sederhana maupun bergelimang
kemewahan. Karena memang itulah fithrah yang Allah ciptakan dalam diri manusia.
Akhwat mu’minat...
Sudah menjadi sunnatullah, bahwa Allah menciptakan wanita sebagai
pendamping bagi lelaki untuk menyempurnakan hidupnya. Untuk menyejukkan
hatinya, untuk menguatkan langkahnya dalam menapaki beratnya dalam menempuh
jalan yang dilaluinya. Bukan untuk mematikan semangat juangnya dalam menegakkan
bangunan Islam yang besar ini. Memberikan dukungan dengan motivasi-motivasi
yang mengokohkan kaki untuk melangkah di jalan Allah, bukan menjadi penghambat
dan penghalang yang mengikatnya dengan rantai kelemahan. Karena dibelakang
seorang lelaki hebat, pasti ada peran besar wanita disana.
Akhwatiy fiel Islam....
Maka sudah selayaknya, bagi
setiap istri untuk memuliakan suaminya, memperlakukan dengan sebaik-baiknya,
menyejukkan matanya, menjadi penawar dan penenang hati setelah merasakan penat
dan beratnya gangguan dan goncangan yang dahsyat selama diluar. Karena hal
tersebut mampu menajamkan hati dan pikirannya, mengembalikan semangat yang
sudah sempat luntur sebagian. Maka tak
salah, jika ia ibarat charger yang mengisi kembali kekuatan di hati suaminya
dengan asupan gizi berupa energi-energi positive.
Akhwatiy fie ri’ayatillah...
Marilah kita berlindung kepada Allah, agar tidak menjadi istri yang
menuntut suaminya untuk mengejar gemerlapnya dunia beserta isinya. Yang
menjadikan dunia sebagai barometer kesuksesan dalam hidup dan tujuan utamanya.
Memaksa suami menjadi mesin uang yang harus memenuhi segala keinginannya diluar
batas kesanggupannya, hingga menjauhkan suaminya dari ketaatan kepada Allah.
Bila perlu, kita sisihkan sebagian kecil rizki kita untuk memenuhi kebutuhan
rumah dan anak-anak kita. Sehingga kaum lelaki sanggup menjalankan tugas dan
tanggung jawabnya dengan sempurna. Dengan demikian, secara tak langsung kita
telah memberikan kontribusi yang besar dalam menopang tegaknya bangunan Islam
yang besar ini. Namun jangan lupa kita ingatkan bahwa tanggung jawab keluarga
tetaplah didalam genggaman suami.
Akhwatiy fiel aqidah...
Marilah kita berlomba-lomba untuk menjadi perhiasan terindah
seperti yang disabdakan oleh Rasulullah dalam haditsnya yang mulia. Dengan meneladani
para ummahatul mu’minin serta para wanita-wanita mulia yang hidup didalam
madrasah nubuwah, serta tokoh-tokoh wanita dunia yang Allah jamin kesucian
diri, hati, dan akhlaqnya. Semoga Allah menuntun kita dalam menggapai
ridha-Nya. In uriidu illal ishlah, wa maa tufiqiy illa billah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar